Rokok Elektrik Lebih Berbahaya! Ini Penjelasannya?

(kerenznews) - Belakangan ini rokok elektrik menjadi tren yang banyak digunakan
orang. Tapi siapa sangka ternyata konsumsi rokok elektrik lebih
berbahaya dari rokok biasa.
Mengapa?
Seperti dilansir inilah.com, epidemi konsumsi rokok di Indonesia mencapai titik yang mengkhawatirkan. Lebih dari sepertiga 36,3 persen penduduk Indonesia dikategorikan sebagai perokok saat ini. Diantara remaja usia 13 - 15 tahun, terdapat 20 persen perokok dimana 41 persen diantaranya adalah remaja laki - laki dan 3,5 persen remaja perempuan.
Menurut dr. Theresia Sandra Diahratih, MHA Kasubdit Pengendalian Penyakit Kronis dan Degeneratif, direktorat Pencegahan & Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kemenkes RI, mengungkapkan, rokok elektrik yang saat ini menjadi tren ternyata lebih berbahaya dibanding rokok biasa. Pasalnya, rokok elektrik lebih mudah diisi/dicampur dengan bahan-bahan berbahaya.
"Rokok elektrik itu bisa diisi dengan bahan - bahannya dua kali lipat bahkan lebih," kata dr. Theresia Sandra Diahratih, MHA saat ditemui di kantor Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Jumat (12/05/2017).
Senada dengan hal tersebut, Direktur Promosi Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI, dr. HR. Dedi Kuswenda, M.Kes menambahkan isi dari rokok elektrik tersebut bisa diganti dengan bahan lain. Hal ini sangat ditakutkan dan berbahaya.
"Rokok elektrik itu kan ada isinya. Isinya bisa diganti dengan narkoba. Itu yang berbahaya," papar Dedi Kuswenda.
Kebiasaan merokok di Indonesia setidaknya telah merenggut 235.000 jiwa setiap tahunnya dan memerlukan biaya pengobatan yang cukup besar.
Diketahui, pada tahun 2014, sekitar 4,8 juta kasus penyakit jantung mencapai 8,189 T, dan 894 ribu kasus penyakit kanker di klaim mencapai 2 T, sedangkan tahun 2015, mencapai 3,9 juta kasus penyakit jantung, sekitar 5,462 T, dan 724 ribu kasus kanker dengan klaim sampai 1,3 T. (Bow)
0 Response to "Rokok Elektrik Lebih Berbahaya! Ini Penjelasannya?"
Posting Komentar