Pembantaian Sadis!!! Lima Korban Tewas Digorok, Satu Balita Selamat Kondisinya Kritis

MEDAN (kerenznews) - Kinara, balita dua tahun yang selamat dari tragedi pembantaian.
Sementara, kedua orang tuanya dan dua kakaknya, yakni Gilang dan Naya tewas digorok para pelaku yang belum diketahui identitasnya.
Warga menemukan Kinara di kolong tempat tidur dalam kondisi kritis dan penuh dengan luka.
"Saya tidak bisa jelaskan secara detail. Yang pasti, Kinara selamat, namun wajahnya lebam-lebam," ungkap Budiono, Kepala Lingkungan XI, Kelurahan Mabar, Minggu kemarin.
Lanjut Budiono, saat ini Kinara dibawa ke RS Mitra Medika. Warga telah melakukan penjagaan di rumah sakit guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
"Sudah ada beberapa warga yang di rumah sakit menjaga Kinara. Kami tidak mau lagi kecolongan," kata Budiono.
Selain membunuh Harianto (Rianto) dan Yanti, pelaku juga membantai Marni, mertua dari Rianto. Dikabarkan, kelima korban tewas karena digorok.
Kasi Intel Brimob Polda Sumut Kompol Kristian Sianturi mengatakan, peristiwa tersebut diketahui pada Minggu pagi.
"Lima orang tewas yakni suami, istri, mertua perempuan, dua anak. Sementara, satu anak selamat dan masih dirawat di rumah sakit," kata Kristian.
Polisi yang mendapatkan informasi dari warga kemudian langsung menuju ke lokasi.
"Ada barang yang hilang (di lokasi) yaitu sepeda motor," kata Kristian.
Keluarga Riyanto (40) sempat menerima tamu sebelum ditemukan meninggal dunia bersama istri, anak dan mertuanya, di dalam rumah, di Jalan Kayu Putih, Gang Benteng, Mabar, Medan Deli.
Yanto (54) tetangga Riyanto menceritakan, berdasarkan pengakuan Sahria alias Isa kepada warga, Riyanto sempat menerima tamu pada Sabtu (8/4/2017) sekitar pukul 23.30 WIB.
"Ibu Isa melihat ada satu tamu datang dengan berjalan kaki. Tapi, Ibu Isa tidak lihat wajah tamunya karena enggak curiga. Mereka sering terima tamu hingga larut malam," kata Yanto.
Lanjut Yanto, ketika menerima tamu sempat terdengar pembicaraan antara Riyanto dengan tamunya. Tapi, pada pukul 00.30 WIB sempat terdengar suara sepeda motor.
"Ibu Isa sempat mendengar Riyanto bilang kok enggak telepon kau. Tapi, pada pukul 00.30 WIB saksi mendengar suara sepeda motor matic ngebut di depan rumahnya," ujarnya.
Susi, bibi dari Yanti (korban tewas) mengatakan sepeda motor matic ada yang hilang dibawa kabur pelaku dari kediaman Harianto.
"Kemanakan saya ini punya motor Honda Vario warna putih. Menurut informasi, motor punya kemanakan saya dibawa kabur sama pelaku," kata Susi terisak-isak di lokasi kejadian.
Susi mengungkapkan, lemari korban sempat diacak-acak. Namun, katanya, harta benda berupa emas tidak ada yang dibawa kabur.
"Gelang emas dan beberapa perhiasan masih utuh. Hanya sepeda motornya saja yang dibawa kabur pelaku," ungkap Susi.
Pelaku datang tengah malam
Menurut Budiono, Kepala Lingkungan XI, Kelurahan Mabar, pelaku datang tengah malam. Kata Budiono, sebelum peristiwa terjadi ada dua orang pria datang mengendarai sepeda motor Yamaha Mio saat tengah malam. Mungkin mereka pelakunya.
Dari keterangan beberapa warga, ada indikasi pembunuhan ini terkait paut masalah pekerjaan.
Selama ini, korban bekerja sebagai kepala gudang (mandor) di kawasan Metal.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Rina Sari Ginting menceritakan pada Sabtu malam terlihat seorang pria bertamu ke rumah Riyanto.
Namun, saksi bernama Serimpi tak kenal siapa pria tersebut.
"Saksi tidak melihat dengan jelas siapa tamu pria tersebut," ujar Kombes Rina.
Sedangkan saksi lainnya, Isa, mengaku sempat mendengar Riyanto mengatakan "kok enggak nelpon kau" kepada pria yang datang bertamu tersebut.
"Sekira pukul 00.30 WIB saksi mendengar suara sepeda motor matik ngebut di depan rumahnya. Dan anak saksi melihat keluar namun pria tersebut telah pergi," kata Kombes Rina.
Tetangga Kaget
Serimpi (40), saksi yang menemukan pertama kali jenazah satu keluarga yang dibantai masih diperiksa polisi.
Awalnya perempuan itu ingin mengingatkan Riyanto (40) matikan lampu, karna sudah siang.
"Sekitar pukul 08.30 WIB Serimpi melintas di depan rumah mereka (Riyanto) untuk bilang agar lampu teras dimatikan. Apalagi pintu depan terbuka.
Saat itulah Serimpi kaget, banyak bercak darah," ujar Yanto (54) warga sekitar menceritakan.
Jenazah kelima penghuni rumah ditemukan pada lokasi yang berbeda-beda. Jenazah Riyanto ditemukan di pintu dapur dengan luka pada bagian leher.
"Sedangkan jenazah Sri Ariyanti, bersama dua anaknya Naya dan Gilang ditemukan di tempat tidur. Mereka juga luka pada bagian leher dan tubuh. Dan ibu mertuanya ditemukan di pintu kamar," kata Yanto.
Yanto menceritakan, saat Serimpi memanggil Riyanto dan keluarga, tidak ada sahutan atau balasan. Setelah itu, Serimpi ke arah samping rumah dan lihat pintu samping terbuka.
"Ketika mau masuk, Serimpi terkejut lihat lantai rumah sudah banyak darah. Sontak ia pun langsung memanggil-manggil warga sekitar," pungkasnya. (Bow)
0 Response to "Pembantaian Sadis!!! Lima Korban Tewas Digorok, Satu Balita Selamat Kondisinya Kritis"
Posting Komentar