Adik Bunuh Abang Kandunya: Saya Dendam dan Tidak Menyesal

SIMALUNGUN (kerenznews) - Kasus pembunuhan, adik membunuh abang kandung di Dusun Marjandi Dolog, Nagori Silau Huluan, Kecamatan Raya, Simalungun terus menjadi perbincangan warga sekitar.

Adalah Pendiaman Damanik pelaku pembunuhan mengaku tidak menyesal meski telah membunuh abang kandungnya sendiri.

Menurut ayah dari enam anak tersebut, selama ini ia memang sudah menyimpan dendam terhadap korban.

“Aku tidak menyesal! Dendamku sudah berkarat, jadi aku tidak menyesal,” ujar Pendiaman.

Dia menambahkan, selama ini korban memang kerap menghina istrinya dengan perkataan yang tidak pantas. "istriku disebut lon***," katanya.

Menurut Pendiaman, perselisihan di antara mereka bahkan sudah tiga kali terjadi.

“Sudah tiga kalilah. Tapi tetap saja dia mengejek istriku,” terangnya.

Sementara itu, Rabu (26/4/2017) sekira pukul 07.00 WIB, jenazah Saudin Damanik yang tak lain abang kandung pelaku, diotopsi di Instalasi Jenazah dan Kedokteran Forensik RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar. Otopsi berlangsung hingga pukul 10.30 WIB. Setelah proses otopsi, oleh keluarganya, jenazah Saudin dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.

Selaku pelaksana otopsi, Dr Reinhard Hutahaean membeberkan, bahwa pada tulang tengkorak bagian sebelah kiri korban mengalami pecah. Hal itu diakibatkan oleh trauma tumpul secara berulang-ulang.

“Bukan benda tajam, tapi benda tumpul,” katanya.

Selain luka dikepala, korban juga mengalami luka memar di bagian punggung sebelah kiri, serta luka-luka lecet di bagian wajah, tangan dan kaki.

Saat ditanya apakah ada luka akibat benda tajam. “Nggak ada. Yang pasti penyebab kematiannya karena pecahnya sisi kiri tulang tengkorak itu,” ungkapnya.

Masih di lokasi yang sama, Iptu RS Purba, salah seorang anggota keluarga Saudin/korban mengatakan bahwa peristiwa itu terjadi hanya karena masalah keluarga.

“Biasalah masalah keluarga, abang beradiknya korban sama pelaku ini. Sudah lama mereka ribut-ribut. Mungkin saking emosinya, makanya jadi seperti gitu,” ujarnya.

Iptu Puba menambahkan, bahwa korban dan pelaku tinggal di lokasi yang sama.

“Samping-sampingan rumah mereka, makanya TKP-nya kan di dekat rumah mereka itu,” pungkasnya. (Bow)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Adik Bunuh Abang Kandunya: Saya Dendam dan Tidak Menyesal"

Posting Komentar