Ahok-Djarot Diprediksi Unggul Pada Pertarungan Putaran Kedua! Ini Alasannya?

(kerenznews) - Pertengahan fabuari lalu tepatnya tanggal 15 febuari 2017, DKI Jakarta telah melakukan proses pemungutan suara dalam pilkada DKI Jakarta.
Saat itu perhatian publik nasional memang tertuju dalam pelaksanaan pilkada DKI. Pasalnya Gubernur yang saat ini masih menjabat Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebelumnya memiliki sejumlah track record yang kontroversi akibat terkait masalah tudingan penistaan agama yang dilaporkan oleh sejumlah ormas islam.
Kontan saja permasalahan ini menjadikan pamor Ahok menurun drastis. Bahkan banyak dari lembaga survei mengatakan elektabilitas Akhok menurun.
Namun pada kenyataanya Akhok-Djarot tetap menang pada pemungutan suara yang dilaksanakan pada pertengahan februari lalu, walau tidak sampai 50% sehingga akan dilakukan lagi pertarungan putaran kedua.
Dari banyaknya kasus yang menimpa Ahok, tapi kenyataanya Ahok tetap unggul dalam hal pemungutan suara. Ternyata ini alasannya kenapa Ahok tetap unggul :
1. Masyarakat jakarta pada umumya merupakan masyarakat pendatang yang multi etnis dan agama, tujuan mereka adalah dalam upaya mencari penghidupan yang lebih layak, kasus-kasus yang menimpa ahok sendiri tidak terlalu mereka hiraukan, ini terbukti saat aksi 411 dan 211 mayoritas peserta aksi datang dari luar jakarta, sedangkan yang dari jakarta sendiri lenih banyak cenderung tetap melakukan aktivitas seperti biasanya.
2. Para pendukung Ahok maupun yang kontra terhadap Ahok juga kebanyakan dari luar jakarta, mereka melakukan berbagai macam provokasi lewat med-sos, sementara masyarakat Jakarta hanya sebagai penonton dan sangat jarang melakukan tanggapan apapun terkait masalah tersebut.
3. Secara politik kekuatan masa apapun saat ini yang berlaku di Jakarta tidak akan mampu menarik perhatian suara pemilih kecuali pada kantong-kantong suara pendukung partai politik pasangan masing-masing, isu agama belum mampu memainkan peranan dalam pilihan politik di jakarta.
4. Pasangan Ahok-Djarot punya peluang besar jika para pendukungnya tidak terprovokasi dengan berbagai isu dan berita yang dimainkan oleh pihak lawan, ada baiknya pendukung Ahok lebih terarah dalam menggiring opini masyarakat jakarta secara langsung tidak melalui med-sos, karena akan menimbulkan perdebatan yang panjang dan dapat menimbulkan kesan negatif terhadap mereka sendiri seperti selama ini yang banyak beredar di berbagai media.
5. Pasangan Ahok-Djarot akan punya peluang besar meraih suara terbanyak jika tidak melakukan perlawanan secara masif terhadap isu yang menimpa mereka, hal ini juga wajib diikuti oleh para tim pendukungya, karena pada dasarnya masyarakat Jakarta sendiri sudah capek dengan persoalan konflik politik yang terus berlangsung dan berkepanjangan sejak pertengahan tahun 2016 hingga sekarang, sikap dingin pasangan Ahok-Djarot dalam menyelesaikan kasus yang menimpa Ahok justru akan menimbulkan reaksi simpatik daripada jika mereka melakukan perlawanan masif lewat tim pendukung di media sosial. (Bow)
0 Response to "Ahok-Djarot Diprediksi Unggul Pada Pertarungan Putaran Kedua! Ini Alasannya?"
Posting Komentar