Lembaga Survei Indonesia (LSI) : Pasangan Ahok-Djarot Masih Berpeluang Menang

(kerenznews) - Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang dipimpin oleh Deny JA, merilis pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomer urut dua masih berpeluang memenangkan pilkada di putaran kedua.

Peluang itu ada, meski tak dipungkiri sebagian besar pendukung pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni lebih memilih pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

"Peluang Ahok-Djarot memenangi pilkada karena tingkat elektabilitasnya merangkak naik di atas 70 persen,” kata peneliti LSI, Adjie Alfaraby, saat konferensi pers di kantornya, Selasa, 7 Maret 2017.

Ungkap Adjie, data LSI menunjukkan tingkat elektabilitas Ahok-Djarot mencapai 73,5 persen.

“Dari pengalaman kami, jika pasangan inkumben memiliki tingkat kepuasan di atas 70 persen maka akan terpilih kembali,” ujarnya.

Adjie mencontohkan sejumlah tokoh yang menang telak karena mendapat tingkat kepuasan di atas 70 persen. Di antaranya, kata Adjie, adalah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Bupati Banyuwangi Azwar Anas.

“Mereka menang sebagai calon inkumben, karena elektabilitas mereka melebihi 70 persen,” ucap Adjie.

Adjie membandingkan dengan penyebab kekalahan Fauzi Bowo alias Foke pada pilkasa DKI Jakarta 2012. Menurut Adjie, elektabilitas Foke saat itu hanya sekitar 50 persen. Namun, Adjie memperkirakan dalam pilkada 2017 ini, Ahok-Djarot belum tentu menang melawan Anies-Sandiaga.

Adjie menyebut, elektabilitas bukan variabel utama.

“Di Jakarta ada anomali melihat isu primordial, agama, dan figur Ahok,” kata Adjie.

Isu yang dapat menyebabkan Ahok kalah, yakni soal penistaan agama, imbuhnya lagi.

Adjie mengungkapkan, ada 53,3 persen warga Jakarta menganggap Ahok menistakan agama. Tapi anggapan itu terus-menerus penurunan. Pada November tahun lalu, jumlah yang menganggap Ahok menistakan agama 65,7 persen.

“Good news buat Ahok, mereka yang menilai Ahok menista agama terus berkurang,” ucap Adjie.

Adjie menyarankan agar Ahok mendapat perhatian dan dukungan dari pemilih kalangan Nahdlatul Ulama. Menurut Adjie, sebaiknya Ahok menarik perhatian pemilih Muslim Jakarta, terutama dari NU. Peluang Ahok untuk menang makin besar jika jumlah orang Muslim yang menganggap Ahok tak menistakan agama semakin banyak.

"Kemudian faktor yang membuatnya berpeluang menang yakni jika ada banyak pemilih yang memilih gubernur karena kinerja,” kata Adjie.

Ahok juga dinilai harus mampu menang jika menarik perhatian pendukung Agus-Sylvi.

“Jika empat poin saran itu dilakukan Ahok, maka besar kemungkinan Ahok-Djarot akan mengalahkan pasangan Anies-Sandiaga,” pungkas Adjie. (Bow)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Lembaga Survei Indonesia (LSI) : Pasangan Ahok-Djarot Masih Berpeluang Menang"

Posting Komentar